Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 05:09:30【Resep Pembaca】974 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(29712)
Artikel Terkait
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- BPBD Cilacap: 307 warga mengungsi akibat banjir di 15 kelurahan
- Pemerintah: Ekspor udang ke AS wajib bersertifikat bebas radioaktif
- SPPG HST Kalsel terapkan lima langkah cegah keracunan MBG
- Badan Gizi Nasional tekankan kebersihan MBG cegah keracunan pada anak
- Festival Lima Danau momentum perkenalkan wisata Kabupaten Solok
- Kemenkes sebut 315 SPPG kini punya sertifikat laik higiene
- Guru SDN di Boalemo Gorontalo ungkap tantangan hadapi siswa dalam MBG
- CKG, cahaya harapan dari negara untuk masa senja berjaya
- Festival Lima Danau momentum perkenalkan wisata Kabupaten Solok
Resep Populer
Rekomendasi

BPBD DKI sudah bersiap hadapi potensi terjadinya banjir rob

Sukseskan MBG, TNI AD pelajari manajemen makanan militer Singapura

Pemerintah tegaskan AS ngak larang impor udang dan cengkeh asal RI

Mendag: TEI 2025 catat 8.045 pembeli dari 130 negara

UMKM binaan Pertamina raup Rp250 juta di ajang MotoGP Mandalika

Mahasiswa USU cipngakan wadah makanan dari limbah sawit dan daun pepaya

Mendagri minta pemda kendalikan harga pangan penyumbang inflasi

PBB: Dana kemanusiaan global 2025 baru terpenuhi 21 persen